Format Gambar JPEG, TIFF, dan RAW

Ukuran file gambar yang dihasilkan kamera tergantung pada hitungan pixel. Pada kebanyakan kamera saku menghasilkan 3 byte data (atau 8-bit data). Satu untuk merah (Red), satu untuk hijau (Green), dan satu untuk biru (Blue). Ini berarti bahwa kamera 3 MP, yang memiliki 3 juta pixel, menghasilkan 9 juta byte data, atau 9 MB (megabyte). Beberapa kamera menghasilkan data tambahan untuk meningkatkan kualitas, dengan menambahkan 2 byte data untuk masing-masing warna (jadi 16-bit data), sehingga kamera 3 MP yang mampu menghasilkan 16-bit data akan menghasilkan file gambar 18 MB.

Ukuran file tersebut cukup besar sehingga dapat dikompresi tanpa penurunan kualitas yang signifikan. Di sinilah JPEG (Joint Foto Experts Group) berfungsi. JPEG adalah suatu algoritma yang dirancang untuk mengetahui data gambar dan melakukan kompresi secara lossy (ini berarti gambar akan kehilangan beberapa informasi). Semakin dikompresi, semakin kecil ukuran file tapi semakin banyak informasi yang hilang. Namun, Kita dapat mengurangi ukuran file dengan skala 10 atau lebih untuk mendapatkan gambar dengan kualitas yang masih sangat tinggi, hampir mirip dengan gambar yang belum terkompresi. Tapi jika mengurangi ukuran file dengan skala 40 – atau bahkan lebih – gambar akan terlihat jelek!

Dengan kompresi 10:1 file 8-bit yang dihasilkan oleh kamera 3 MP akan berukuran 900 Kbytes, bukannya 9 Mbytes, yang merupakan penurunan ukuran yang drastis dengan sedikit penurunan kualitas. File-file yang lebih kecil memerlukan ruang penyimpanan yang jauh lebih sedikit dan lebih cepat untuk dikirimkan antar komputer atau dari kamera digital ke komputer.

Format Gambar JPEG, TIFF, dan RAW

Kompresi JPEG 10:1

Format Gambar JPEG, TIFF, dan RAW

Kompresi JPEG 40:1

Ada juga cara menyimpan file lossless lainnya, yaitu menggunakan TIFF (Tagged Image File Format). Dengan format ini semua informasi yang asli akan disimpan, tapi ukuran file jauh lebih besar. File TIFF dapat dikompresi dengan cara non-lossy, tetapi ukurannya tidak berkurang secara signifikan. Sebagai contoh, bandingkan ukuran file untuk gambar kelinci di atas:

TIFF tanpa kompresi TIFF terkompresi JPEG pada kompresi 10:01 JPEG pada kompresi 40:1
176,1 Kbytes 157,6 Kbytes 17,4 Kbytes 4,5 Kbytes

File TIFF juga dapat digunakan untuk menyimpan data 16-bit, sedangkan file JPEG hanya dapat menyimpan data 8-bit.

Beberapa kamera menawarkan pilihan ketiga, yaitu menyimpan data aktual yang dihasilkan oleh sensor. Canon menamainya “RAW”, Nikon menyebutnya “NEF”. File-file tersebut telah dikompresi, tetapi dengan cara non-lossy. Secara signifikan ukurannya lebih kecil dari file TIFF, tetapi lebih besar dari JPEG. Biasanya format tersebut mencapai kompresi sekitar 6:1 menggunakan data 16-bit, sehingga ukuran file akan menjadi 1/6 ukuran file TIFF. Kerugian format ini adalah bahwa gambar harus dikonversi ke JPEG atau TIFF terlebih dahulu untuk dapat ditampilkan pada kebanyakan software. Konversi adalah proses yang sangat kompleks dan dapat memakan waktu jika jumlah gambarnya banyak, sehingga membutuhkan komputer yang sangat cepat.

Karena format NEF dan RAW berisi lebih banyak informasi daripada file JPEG (dan pada kenyataannya seringkali lebih banyak dari file TIFF juga), kita dapat melakukan pengaturan tingkat kompensasi exposure selama konversi ke JPEG untuk memperbaiki gambar yang over exposed atau under exposed. Kita juga dapat melakukan koreksi white balance selama konversi, jadi jika kita mengambil gambar dengan white balance yang salah, kita dapat memperbaikinya.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s