Menggunakan Shutter Speed Lambat

Berikut ini adalah tips untuk fotografer yang ingin mencoba mengambil gambar pada shutter speed lambat tanpa menggunakan lensa image-stabilization (IS atau VR). Set kamera ke mode burst, tentukan subyek yang hendak difoto, pastikan tubuh dalam posisi stabil, kemudian tekan tombol shutter.

Tahan terus tombol shutter sehingga didapat sekitar 3-5 gambar. Kemungkinannya, setelah melihat hasilnya menggunakan komputer, akan ada satu gambar yang jauh lebih tajam dibandingkan gambar yang lain. Ambil satu yang paling bagus, dan hapus sisanya!

Kekurangannya jelas – membutuhkan lebih banyak ruang pada kartu memori.

Jika mengambil gambar dalam mode JPG dan ingin cepat mengetahui gambar mana yang paling tajam, hanya perlu melihat ukuran file. File dengan ukuran terbesar adalah hampir selalu merupakan gambar yang paling tajam. Hal ini karena algoritma JPG mempertahankan detail gambar – semakin tajam gambar, maka semakin banyak detailnya, sehingga algoritma JPG kurang bisa mengkompres gambar. Inilah sebabnya file JPG dengan ISO yang tinggi memiliki ukuran yang lebih besar dari file JPG dengan ISO rendah – semakin banyak noise pada gambar yang dihasilkan oleh ISO yang tinggi memberikan lebih banyak detail, sehingga gambar tidak dapat dikompresi dengan optimal.

Teknik ini hanya membantu mengurangi dampak yang diakibatkan dari gerakan (shake) pada kamera, seperti fungsi IS/VR. Pengambilan gambar subyek yang bergerak pada shutter speed lambat masih akan menghasilkan blur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s