Tips Untuk Fotografi Candid

Candid fotografi adalah fotografi yang berfokus pada spontanitas. Fokus subyek bukan tertuju pada kamera, tetapi pada apa yang sedang mereka lakukan saat itu. Jadi hasilnya bukanlah foto orang yang melihat kamera dan tersenyum! Subyek tidak berpose dan pengambilan gambar pun tidak direncanakan. Foto candid biasanya foto sederhana tanpa banyak menggunakan peralatan teknis atau foto diambil menyiapkan pengaturan kamera terlebih dahulu.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengambil foto candid:

  • Bawa kamera ke mana pun kita pergi! Tetap waspada terhadap situasi yang menarik di sekitar ​​- situasi tersebut dapat ditemukan di mana-mana.
  • Beberapa contoh foto candid: Seorang pemilik toko yang sedang melamun; seorang pria tua duduk di samping kita; penumpang menunggu kereta api; dua kekasih di bangku taman; anak saat memberi makan hewan peliharaan, euforia pendukung sepakbola saat terjadi gol, kota yang dipenuhi gelandangan; seorang wanita yang menerawang di pantai.
  • Sangat jarang mendapatkan kesempatan kedua dalam fotografi candid. Ketika kita melihat kesempatan tersebut, jepret!
  • Jangan menggunakan teknik pencahayaan yang rumit. Konsentrasi pada kesederhanaan dan gunakan fitur otomatis kamera. Masalah teknis tidak begitu penting. Sebagian besar masalah teknis (seperti gambar terlalu gelap atau terlalu terang) bisa diperbaiki di komputer.
  • Set kamera ke ISO 400 sehingga menggunakan shutter speed yang cepat. Ini akan membantu mengambil gambar saat kita sedang bergerak.
  • Fotografer candid yang baik ​​berbaur dengan lingkungan, jadi jangan terlalu mencolok. Lakukan apa yang dilakukan orang lain di sekitar. Kemudian ketika kita menemukan momen yang tepat, bersiap-siaplah untuk mengambil gambar.
  • Kita tidak harus selalu mengambil gambar dengan mendekatkan kamera ke mata. Coba untuk menempatkan kamera pada pinggang saat mengambil foto. Di ini keberuntungan atau pengalaman dibutuhkan untuk mendapatkan framing yang tepat.
  • Gunakan zoom lens dengan focal length terjauh sehingga kita dapat menjauhkan diri dari subyek saat mengambil foto. Sebuah lensa tele sangat penting jika kita berada pada jarak yang cukup jauh.
  • Jangan pernah mengambil foto punggung orang. Tidak ada yang lebih membosankan daripada foto sekelompok orang dengan semua punggung berpaling ke kamera.
  • Cobalah mengubah gambar menjadi hitam dan putih untuk mendapatkan efek dramatis.
  • Foto candid terbaik biasanya adalah foto seseorang yang sedang melakukan sesuatu. Pemain olahraga, dagangan, petani, dan akuntan merupakan contoh subyek yang sangat baik.
  • Cobalah untuk menangkap esensi pekerjaan orang tersebut. Sebagai contoh, foto seorang tukang ledeng yang sedang berkonsentrasi memperbaiki pipa bocor.
  • Jika berada di tempat umum, biasanya orang-orang tidak keberatan untuk diambil fotonya. Jika mereka keberatan, kita harus berhenti memotret. Jika masih belum jelas, tidak ada salahnya untuk meminta izin terlebih dahulu. Subyek mungkin ingin berpose, jadi jelaskan apa yang kita lakukan dan meminta mereka untuk terus beraktivitas seolah-olah kita tidak ada di sana.
  • Eksperimen! Kadang-kadang ekspresi artistik dari foto candid mempunyai batasan. Coba berbagai sudut, tempat dan situasi. Lihatlah foto-foto candid yang dibuat oleh orang lain untuk inspirasi.

Fotografi candid adalah cara yang bagus untuk mengembangkan bakat artistik untuk foto tanpa pusing memikirkan aspek teknis fotografi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s