Hard Light dan Soft Light

Fotografi selalu berkaitan dengan cahaya. Fotografi berasal dari dari bahasa Yunani kuno. Foto berarti cahaya dan grafis berarti gambar. Untuk mengambil gambar adalah sama dengan menggambar dengan cahaya. Kamera kanvas dan cahaya adalah kuas. Hal ini berarti bahwa pencahayaan yang tepat adalah aspek yang paling penting dari fotografi yang bagus. Semua fotografer terkenal akan mengatakan bahwa foto yang bagus adalah foto yang memiliki pencahayaan yang baik.

Tapi apa itu pencahayaan yang baik? Pengaturan pencahayaan yang bagaimana yang menghasilkan foto yang lebih baik?

Jawabannya tergantung pada subyek. Jenis gambar landscape (pemandangan) atau portrait (potret) akan menentukan pengaturan pencahayaan, dan salah satu pengaturan yang paling penting adalah seberapa kuat cahaya itu.

Perbedaan antara Hard Light dan Soft Light

Kata-kata hard light dan soft light sering disalahartikan sebagai seberapa terang kondisi pengambilan gambar. Ini tidak benar, apa yang sebenarnya dirujuk adalah apakah tepi bayangan subyek berupa transisi dari gelap ke terang yang jelas atau lembut (bertahap).

Cahaya yang berasal dari sumber tunggal, seperti bola lampu, dan mengenai langsung pada subyek dari satu arah, tanpa terpantul permukaan lain, dikenal sebagai hard light. Biasanya akan menciptakan bayangan yang gelap dan menghasilkan gambar dengan kontras yang tinggi. Bayangannya juga memiliki tepi yang sangat jelas, sehingga bentuknya menyerupai obyek.

Contoh, sebuah studio dengan dinding hitam dan sinar tunggal yang langsung mengarah pada obyek, misalnya wajah seorang model. Hidung model akan mempunyai bayangan yang jelas, dan mata akan terlihat lebih dalam dan semua noda di wajah akan terlihat jelas. Tidak terlalu bagus, tapi ada situasi di mana kita dapat menggunakan pencahayaan seperti itu.

Hard light dapat digunakan untuk menonjolkan tekstur pada obyek atau untuk menunjukkan kontur pemandangan. Jika menggunakan soft light akan menghasilkan foto yang tampak datar dan tidak menarik. Tapi untuk fotografi potret, soft light sering menghasilkan foto yang baik.

Soft light, seperti namanya, adalah kebalikan dari hard light. Ini berarti bahwa cahaya yang mengenai subyek berasal dari berbagai sumber, atau dari berbagai arah, atau cahaya tunggal yang memiliki permukaan yang sangat besar dan berada cukup dekat dari subyek. Bayangan yang dihasilkan memiliki tepi yang lembut, bukan transisi yang jelas dari gelap ke terang.

Contoh, soft light terjadi ketika subyek ditempatkan di studio yang memiliki dinding, atap, dan langit-langit yang berwarna putih, di mana sumber cahaya tidak langsung mengenai subjek, tetapi dipantulkan terlebih dahulu.

Namun demikian, tidak berarti bahwa soft light tidak bisa berasal dari sumber cahaya tunggal. Cahaya pada hari yang cerah, ketika kita tidak berdiri di tempat teduh, itu merupakan hard light, dan kita akan dapat melihat sebuah garis yang jelas pada bayangan kita di tanah. Tetapi jika melangkah ke tempat teduh, bayangan kita akan menghilang. Hal ini karena kita diterangi oleh cahaya yang dipantulkan, bukan oleh matahari langsung. Mungkin masih ada beberapa area di mana bayangan masih terlihat jelas, seperti di bawah hidung atau dagu, tetapi memiliki kontras yang lebih rendah.

Cara membuat soft light

Cara termudah untuk menciptakan soft light adalah dengan memantulkan cahaya terlebih dahulu sebelum mengenai subyek. Cahaya dapat dipantulkan dengan menggunakan media yang reflektif, seperti dinding putih atau langit-langit atau benda reflektif khusus. Kita bahkan bisa menggunakan sepotong kertas putih atau bahkan surat kabar. Pada dasarnya, apa pun yang memantulkan cahaya tanpa menambahkan unsur warna lain bisa dijadikan reflektor yang baik.

Jika arah sumber cahaya dapat diubah, seperti lampu meja, kita dapat mengalihkan arahnya ke permukaan lain sebelum mengenai subyek. Arahkan lampu menjauh dari subyek, hal ini secara efektif akan membuat sumber cahaya menjadi lebih besar (dinding) yang akan menghasilkan bayangan lembut. Metode ini juga dapat digunakan pada flash yang dapat diputar ke arah langit-langit putih atau dinding reflektif. Dalam studio, prinsip ini digunakan ketika cahaya memantul dari payung reflektif.

Shading cahaya

Coba amati kap atau penutup pada lampu, apa fungsinya?

Sebuah kap lampu mencerminkan beberapa cahaya yang datang dari bohlam ke area yang lebih luas, sehingga efektif untuk meningkatkan ukuran sumber cahaya, dengan demikian bayangan juga lebih lembut. Teknik ini dapat digunakan pada setiap sumber cahaya. Yang kita butuhkan adalah kain putih tipis semi-transparan yang cukup besar, atau bahan lain yang menyebarkan cahaya (difusi), yang ditempatkan di antara sumber cahaya dan subyek. Hal ini akan meningkatkan ukuran area dari sumber cahaya. Pada perlengkapan studio profesional, cara ini biasanya dilakukan dengan menggunakan sebuah softbox.

Bagaimana cara membuat hard light?

Hard light memiliki kegunaannya tersendiri karena dapat menciptakan bayangan yang jelas dan mampu menonjolkan tekstur serta bentuk subyek. Sayangnya, mengubah soft light menjadi hard light jauh lebih sulit dilakukan. Pada fotografi indoor, kita dapat menjauhi subyek, sehingga mengurangi ukuran sumber cahaya, atau mungkin dapat menggantikan sumber cahaya yang besar dengan yang lebih kecil, seperti dengan melepas softbox. Tetapi pada fotografi outdoor kita tidak memiliki kontrol atas cahaya dan jarak dari subyek, sehingga yang bisa dilakukan hanya menunggu sampai awan tidak menghalangi matahari.

Iklan

One response to “Hard Light dan Soft Light

  1. Cara mengubah hard light menjadi soft light menggunakan filter apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s