Foto High Dynamic Range (HDR)

Mata kita dapat merasakan rentang pencahayaan jauh lebih besar dari kamera. Dengan kata lain, mata kita dapat mengenali warna jauh lebih banyak dari gelap ke terang. Oleh karena itu, jika kita menggunakan kamera untuk mengambil gambar pemandangan dengan rentang pencahayaan yang sangat ekstrim, kita hanya akan mendapatkan satu bagian dari pemandangan tersebut – baik yang terang atau gelap – dan membiarkan bagian lain dari pemandangan tersebut menjadi bayangan hitam atau warna terang yang sepenuhnya putih.

Jika ingin hasil yang nampak lebih nyata, kita bisa mengambil dua gambar – satu menangkap bagian yang lebih terang dari gambar, dan lainnya menangkap bagian yang lebih gelap. Kemudian kedua gambar tersebut dapat digabungkan menggunakan software. Tingkat kesulitan menggabungkan dua gambar tersebut berbeda-beda, tergantung jenis gambar. Jika gambar memiliki detil yang halus seperti daun, atau tekstur transparan yang kompleks, bisa sangat sulit dan memakan waktu yang lama. Bahkan dalam beberapa kasus, mustahil untuk mendapatkan hasil penggabungan yang baik.

Selama beberapa tahun terakhir, teknologi pasca produksi telah dikembangkan sehingga memungkinkan kita untuk menangkap semua rentang pencahayaan dan warna pada suatu pemandangan dengan cara mengambil beberapa gambar, yang kemudian digabungkan dengan menggunakan software khusus agar gambar jangkauan pencahayaan menjadi tinggi.

Pada gambar HDR, warna yang berbeda secara otomatis dipilih dari masing-masing gambar sumber untuk menghasilkan gambar akhir dengan jangkauan warna yang lebih besar. Gambar HDR dapat memiliki bayangan gelap dan highlight terang, masing-masing diambil dari sumber gambar yang berbeda. Pengambilan dan pengolahan gambar HDR tidak sulit, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Karena gambar HDR memerlukan beberapa gambar sumber, masing-masing gambar harus diambil dengan exposure yang berbeda, hal ini membuat gambar HDR dari subyek yang bergerak (berpindah tempat) tidak mungkin dilakukan.
  • HDR membutuhkan kamera dengan fitur RAW, dan mode Aperture Priority.
  • Karena kita harus mengambil beberapa gambar dengan frame yang identik, maka HDR membutuhkan tripod.

Mengambil Gambar Untuk HDR

Tujuan kita saat pengambilan gambar HDR adalah untuk mendapatkan serangkaian gambar dengan frame identik, dengan nilai exposure yang berbeda. Karena tidak diinginkan ada perubahan depth of field (DoF) antar gambar, bisa digunakan mode Aperture Priority. Pastikan aperture tidak berubah pada masing-masing pengambilan gambar, karena perubahan aperture bisa mengakibatkan variasi dalam DoF.

Untuk mengambil gambar HDR:

  1. Pasang kamera pada tripod dan tentukan frame.
  2. Atur kamera pada mode RAW.
  3. Set kamera ke Aperture Priority, dan pilih exposure -2.
  4. Ambil gambar pertama, dan kemudian ubah exposure ke -1. Ambil gambar berikutnya sampai pada exposure 0, +1, dan +2.

Jika kondisi sedang berawan, ingatlah bahwa jika ada angin awan akan bergerak, sehingga langit akan nampak buram. Jadi, lakukan pengambilan gambar secepat mungkin. Untuk mempercepat, dapat dipertimbangkan untuk menggunakan fitur Autobracketing pada kamera. Namun, jika kamera hanya memungkinkan 3 bracket, kita harus melakukan dua kali pengambilan yang berbeda, satu di exposure -2, -1, dan 0, dan satu lagi di 0, +1 dan +2. Jelas, kita akan membuang salah satu gambar dengan exposure 0.

Setelah didapat gambar-gambar untuk HDR, kita perlu mentransfer gambar-gambar tersebut ke komputer dan mengolahnya dengan perangkat lunak HDR. Beberapa aplikasi pengolahan HDR dapat secara otomatis melakukan penyesuaikan gambar. Namun, meskipun mekanisme ini dapat bekerja sangat baik, terkadang juga bisa gagal, jadi usahakan untuk mengambil gambar yang paling stabil sehingga mempermudah proses pasca produksi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s