Tempertatur Warna

Apakah Anda tahu bahwa cahaya memiliki temperatur? Kita semua tahu bahwa cahaya memiliki warna yang berbeda berdasarkan waktu dan kondisi cuaca. Selain itu, kita juga bisa membedakan antara cahaya yang berasal dari sumber cahaya alami atau buatan. Nah, perbedaan-perbedaan warna tersebut dapat diukur oleh temperatur.

Skala Kelvin digunakan untuk mengukur jumlah panas yang dipantulkan oleh sumber cahaya yang berbeda-beda pada kondisi yang terkendali. Karena pencahayaan sesungguhnya bukan pada kondisi yang terkendali, maka temperatur warna dari cahaya yang sebenarnya sangat bervariasi.

Temperatur Warna

Temperatur Warna

Skala Kelvin umumnya digunakan pada rentang fotografi dari merah, putih, dan kemudian ke biru. Skala tersebut hanya mencakup spektrum cahaya yang tampak, bukan seluruh spektrum cahaya. Cara mudah untuk mengingat tingkatan warna cahaya adalah dengan “Roy G Biv”. Yang merupakan singkatan untuk “Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, Violet”. Meskipun tidak sama persis dengan warna cahaya dalam fotografi tetapi tetap dapat dijadikan acuan yang baik.

Berlawanan dengan apa warna biasa kita anggap sebagai “hangat” dan “dingin”, merah sebenarnya mempunyai temperatur yang lebih dingin daripada biru, sesuai dengan skala Kelvin. Namun, dalam hal fotografi, kita sering menganggap foto-foto yang memiliki warna cahaya kebiruan sebagai “dingin” dan foto-foto warna cahaya kemerahan sebagai “hangat”.

Temperatur warna rendah bersifat lebih hangat, lebih kemerahan, sedangkan temperatur warna yang tinggi bersifat lebih dingin, lebih kebiruan. Siang hari, misalnya, memiliki temperatur warna yang lebih rendah saat menjelang fajar dan lebih tinggi di siang hari. Beberapa nilai temperatur warna yang khas adalah sebagai berikut:

  • Lilin atau lampu minyak: 1000o K
  • Bohlam: 2500o K
  • Sinar matahari pada hari yang cerah: 6000o K
  • Langit yang sedang berawan: 10.000o K

Temperatur warna sering digunakan oleh perangkat lunak untuk melakukan koreksi warna pada gambar. Selain itu juga digunakan untuk mengetahui pengaruh warna pencahayaan terhadap gambar yang dihasilkan. Penggunaan paling umum dari skala Kelvin dalam fotografi adalah untuk menentukan white balance.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s