Teknik Framing Natural

Kita sering menempatkan foto ke dalam frame (bingkai) untuk menampilkan dan menarik perhatian pengamat foto, tetapi ada jenis frame yang lebih efektif untuk tujuan tersebut, yaitu frame natural. Framing adalah teknik untuk menarik perhatian pengamat agar fokus ke subyek atau area tertentu dalam gambar dengan menghalangi bagian lain dari gambar dengan sesuatu di sekitar subyek.

Keuntungan melakukan framing pada gambar antara lain:

  1. Menambahkan konteks pada gambar (misalnya framing pemandangan dengan sebuah gerbang dapat menceritakan tentang suatu tempat dari arsitektur gerbang tersebut, atau menyertakan dedaunan di foreground untuk memberikan kesan alami).
  2. Menambahkan kedalaman gambar (pada dasarnya, framing menempatkan sesuatu di foreground yang memberikan ekstra dimensi pada foto).
  3. Mengarahkan mata pengamat ke titik fokus utama. Beberapa fotografer juga percaya bahwa frame natural tidak hanya menarik perhatian pengamat tapi juga membuat mata pengamat lebih lama berada di fokus titik fokus utama dengan cara memberikan batasan antara subyek dengan area di luar gambar.
  4. Menarik perhatian pengamat. Kadang-kadang frame membuat kita tertarik pada suatu foto tanpa kita sadari. Framing yang kreatif membuat pengamat berimajinasi tentang apa yang berada di balik frame.

Frame natural pada foto mempunyai bentuk dan ukuran yang bermacam-macam, misalnya dahan pohon, jendela, terowongan, pintu gerbang, bahkan manusia, dan lain-lain.

Photography Framing

Framing dengan dahan pohon

Frame natural tidak harus sepenuhnya mengitari foto – bisa satu atau dua sisi dari foto saja.

Panduan yang saya gunakan untuk mempertimbangkan penggunaan framing adalah dengan menjawab pertanyaan ‘Apakah frame natural ini akan membuat foto lebih menarik?’ Beberapa framing justru dapat menambahkan obyek-obyek yang tidak diperlukan sehingga membuat foto berkesan sempit – meskipun ada saat di mana frame natural membuat foto nampak luar biasa.

Terakhir – jika kita menggunakan teknik framing juga perlu mempertimbangkan apakah frame natural juga diikutsertakan dalam fokus atau tidak. Dalam beberapa kasus frame natural yang nampak blur menambah kesan menarik dan dimensi pada foto (dalam hal ini gunakan aperture yang besar), tapi dalam kasus lainnya frame natural yang mendapatkan fokus memberikan konteks pada subyek (gunakan aperture yang kecil).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s