Tips Mendapatkan Foto Kembang Api Yang Baik

Di sini, di Indonesia, kita merayakan setiap pergantian tahun dengan meledakkan kembang api di langit. Bahkan, tidak hanya itu saja, kebudayaan di seluruh dunia telah menggunakan kembang api untuk merayakan kebahagiaan, kelahiran, kematian, pernikahan, hari raya … apa saja. Fotografi kembang api mungkin terlihat sulit, namun dengan mengikuti beberapa petunjuk sederhana, dijamin hasil yang didapatkan akan baik.

Kembang api adalah subyek sulit untuk difoto, karena dilakukan dalam kondisi gelap, subyeknya terus muncul dan menghilang, serta sulit untuk mendapatkan lokasi pengambilan gambar yang baik. Berikut adalah tips untuk mendapatkan foto kembang api yang baik:

1. Bawa tripod.

Foto kembang api memerlukan shutter speed yang lama, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menggunakan tripod. Jika tidak bisa membawa tripod ke TKP, tempatkan kamera pada landasan yang stabil, atau coba tripod kecil.

2. Bawa senter, baterai penuh, dan kartu memori kosong.

Kita akan melakukan perubahan pengaturan kamera saat kondisi gelap, oleh karena itu dengan membawa senter bisa sangat membantu. Dan karena mungkin akan mengambil gambar dalam jumlah yang banyak, jangan lupa untuk mengosongkan kartu memori serta membawa baterai yang terisi penuh juga.

3. Cari lokasi yang tepat.

Setelah pertunjukkan kembang api dimulai, kita tidak akan punya banyak waktu untuk berpindah tempat. Berikut adalah cara untuk menentukan tempat pengambilan gambar yang baik:

  • Datang lebih awal dan lakukan pemantauan lokasi.
  • Cari tempat dengan pandangan yang tidak terhalang. Ingat, kita ingin melihat kembang api di depan, bukan di atas.
  • Perhatikan pohon dan bangunan yang dapat menghalangi pandangan, serta lampu jalan dan lampu lainnya yang mungkin membuat pencahayaan makin rumit.
  • Cobalah untuk menemukan landmark atau hal-hal menarik yang bisa di gunakan untuk membuat komposisi lebih menarik.
  • Cobalah untuk menemukan sudut pandang yang unik: dekat kolam air yang akan mencerminkan kembang api, atau tempat tinggi di mana kembang api berada sejajar dengan mata kita (pada atap, balkon, atau jembatan), dll.
  • Ingatlah bahwa tripod bekerja dengan baik pada tempat yang stabil dan mempunyai pijakan yang rata, dan kamera bekerja dengan baik ketika lalu lalang orang tidak berjalan di depan kamera selama shutter terbuka.
  • Kembang api mengeluarkan cukup banyak asap. Pastikan angin tidak menuju ke arah kita sehingga dapat mengaburkan pandangan kita.

4. Matikan flash.

Apakah itu flash di kamera atau eksternal, tidak akan cukup kuat untuk mencapai kembang api. Meskipun sampai, pencahayaan yang dihasilkan akan tidak baik.

5. Turunkan ISO ke 50 atau 100.

Kamera digital memiliki beberapa pilihan pengaturan sensitivitas cahaya (ISO). Semakin tinggi ISO, kamera lebih sensitif terhadap cahaya. Biasanya kita menggunakan ISO yang lebih tinggi dalam kondisi gelap, tetapi karena shutter speed-nya lama, ISO tinggi dapat menghasilkan banyak noise pada foto.

6. Aktifkan noise reduction.

Jika kamera memiliki fitur itu akan membantu menyingkirkan setiap noise yang dihasilkan pengambilan gambar dengan shutter speed lama, bahkan dengan ISO rendah. Catatan: beberapa kamera memerlukan beberapa detik untuk menghilangkan noise setelah foto diambil, sehingga dapat memperlambat kita untuk mengambil foto selanjutnya.

7. Gunakan self-timer untuk mengurangi getaran.

Bahkan dengan menggunakan tripod, kita masih bisa menimbulkan getaran kecil saat menekan tombol shutter, sehingga mengakibatkan foto kurang tajam. Atur self-timer dengan durasi sesingkat mungkin.

8. Gunakan mode Firework.

Banyak kamera baru-baru memiliki mode khusus untuk kembang api. Cobalah beberapa foto dengan dan tanpa itu dan lihat hasilnya apakah sesuai dengan yang kita inginkan.

9. Fokus pada mendekati tak terhingga.

Sangat disarankan pemotretan dalam mode manual penuh, sehingga kita bisa mengatur fokus kamera untuk mendekati tak terhingga (atau memilih mode Landscape jika tidak dapat secara manual menyesuaikan fokus) dan menggunakan aperture dari f/8 sampai f/16.

10. Gunakan shutter speed yang lama: 2-3 detik atau lebih.

Ini adalah pengaturan kamera yang paling penting. Pada saat tertentu, kembang api hanya sekelompok titik cahaya terang. Apa yang membuatnya tampak menarik adalah gerakannya yang cepat di langit malam dan menerangi jalan serta menciptakan garis-garis dengan pola yang indah.

Jadi untuk memberikan kamera kesempatan untuk merekam keindahan tersebut, perlu dipastikan bahwa shutter terbuka cukup lama untuk mendapatkan cahaya yang masuk. Kita bisa bereksperimen dengan jangka waktu yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

11. Ambil banyak gambar!

Bersenang-senang dan bereksperimenlah dengan mengambil banyak foto. Kita dapat melakukan evaluasi dan dapat menghapus hasil yang kurang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s