Pentingnya Fokus dan Cara Mendapatkannya Dengan Benar

Fokus dalam fotografi tidak sekedar mendapatkan ketajaman. Fokus dapat membuat subyek lebih menonjol atau berbaur dengan obyek di sekitarnya, fokus dapat membuat foto lebih menarik, dan fokus yang tepat dapat menciptakan hubungan emosional, tidak peduli apa gaya fotografinya.

Potret

Aturan pertama ketika memotret orang atau hewan adalah: fokus pada mata. Berdasarkan jutaan tahun evolusi, manusia terprogram dengan sangat cepat mengenali dan merespon wajah.

Tentu, kita bisa fokus pada ujung hidung atau telinga (yang mungkin bekerja sangat baik di beberapa foto hewan) tapi tidak ada yang lebih menarik dari sebuah potret yang terfokus tajam pada mata dan memiliki latar belakang yang kabur.

Bagaimana melakukannya? Gunakan aperture besar (f/2.8 atau lebih rendah jika mungkin), focal length agak panjang (50mm ke atas), dan ambil gambar dari jarak sedekat mungkin.

Landsekap/Arsitektur

Landsekap, foto alam atau lingkungan sekitar kita, biasanya bertujuan untuk menangkap sebanyak mungkin obyek dengan fokus yang tajam. Idenya adalah untuk memberikan kesan pada pengamat foto tentang ukuran dan skala. Fotografer landsekap sering mempertahankan segala sesuatu dalam frame pada fokus yang sempurna, dari obyek terdekat sampai obyek terjauh.

Ketika segala sesuatu dalam foto mendapatkan fokus, mata pengamat pertama kali tertarik pada elemen penting dalam komposisi seperti garis yang kuat, blok warna yang besar, dan titik persimpangan Rule of Third. Dari sana, pengamat menjelajahi setiap sudut foto.

Pentingnya Fokus dan Cara Mendapatkannya Dengan Benar

Pada foto di atas, misalnya, mata saya pertama kali tertuju ke bawah dan mengikuti jejak jalan setapak itu sampai ke awan dan kemudian pada kurva yang terdapat pada punggung pegunungan di atas.

Bagaimana melakukannya? Gunakan aperture kecil (f/11 atau lebih tinggi), fokus pada sesuatu di kejauhan, dan, jika mungkin, gunakan tripod. Lubang sangat kecil (f/11, f/16, f/22) menyebabkan shutter speed lebih lama sehingga tripod diperlukan untuk mendapatkan ketajaman maksimal.
Macro

Macro sering berfokus pada satu subyek yang kecil, sehingga memerlukan teknik khusus dan banyak kesabaran untuk mendapatkan foto yang baik.

Macro terkenal karena kemampuan mereka untuk mengisolasi dan memperbesar subyek tunggal yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Mereka juga ditandai dengan Depth of Field (DoF) yang sangat dangkal.

DoF tersebut biasanya merupakan konsekuensi dari jarak yang sangat dekat antara kamera dan subyek sering dibutuhkan macro (hanya beberapa inci).

Bagaimana melakukannya? Pasang lensa macro atau gunakan mode macro pada kamera, dapatkan fokus sedekat mungkin, dan gunakan aperture terkecil (f/8, f/11 atau lebih tinggi). Aperture kecil dan jarak yang dekat berarti cahaya yang masuk juga rendah sehingga mungkin perlu membawa cahaya tambahan, tripod, dan/atau menggunakan pengaturan ISO yang lebih tinggi.

Potret Lingkungan

Jenis foto ini adalah campuran dari potret standar dan fotografi lanskap. Idenya adalah menunjukkan potret seseorang pada lingkungan sekitar yang menceritakan tentang subyek tersebut. Ada banyak pendekatan yang berbeda untuk jenis fotografi ini, tetapi secara umum, karena orang tersebut adalah subyek utama, orang tersebut harus selalu fokus. Berapa banyak kita harus memberikan fokus pada latar belakang tergantung pada komposisi foto.

Karena fotografi jenis ini biasanya tidak berupa potret close up (headshot), sehingga fokus pada mata tidak penting.

Bagaimana melakukannya? Gunakan aperture menengah (f/4, f/5.6, f/8), focal length yang pendek untuk menyertakan semakin banyak latar belakang pada frame, dan shutter speed cukup cepat untuk membekukan subyek potret.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s